Selasa, 27 April 2021

1.1.a.9. Koneksi Antar Materi - Kesimpulan dan Refleksi Pemikiran Ki Hajar Dewantara

Assalamu'alaikum wr.wb

Salam dan bahagia.

Bapak/Ibu guru hebat, berikut ini saya sampaikan hasil koneksi antar materi berupa kesimpulan dan refleksi pemikiran Ki Hajar Dewantara dari modul 1.1

Semoga bermanfaat.


Kesimpulan dan penjelasan mengenai pemikiran-pemikiran Ki Hajar Dewantara


Ki Hajar Dewantara atau Raden Mas Soewardi Soerjaningrat merupakan bapak Pendidikan Nasional. Semasa hidup, beliau mendedikasikan dirinya dalam dunia pendidikan. Dari beliau, kita mengenal semboyan pendidikan "Ing ngarso sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani". Semboyan tersebut memiliki arti "Di depan memberi contoh atau teladan, di tengah membangun semangat, di belakang memberi arahan dan mendorong tumbuh kembang siswa". Hal ini berarti bahwa sebagai figur pendidik, harus bisa memberi contoh atau teladan, membangun semangat serta mendorong potensi siswa agar menjadi manusia yang bermanfaat, baik untuk dirinya maupun masyarakat. Ki hajar Dewantara juga menyampaikan 3 gagasan sistem persekolahan yaitu taman siswa, among, dan pamong.


Secara umum, ada 5 dasar pemikiran Ki Hajar Dewantara yang dapat dijadikan pedoman dalam pendidikan yaitu sebagai berikut:


1.  Menuntun

Pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang dimiliki anak agar mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya, baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat.

2. Petani

Pendidik dianalogikan sebagai seorang petani, yang merawat dan menuntun tumbuh kembang siswa agar selamat dan bahagia.

3. Budi Pekerti

Budi pekerti, watak, karakter adalah perpaduan yang harmonis antara gerak pikir, perasaan, dan kehendak atau kemauan sehingga menimbulkan tenaga atau semangat.

4. Bermain

Bermain adalah kodrat anak. Permainan dapat digunakan sebagai bagian pembelajaran di kelas maupun di sekolah. Dengan belajar sambil bermain, dapat menciptakan atmosfir belajar yang menarik dan menyenangkan bagi siswa, tanpa ada rasa terpaksa. 

5. Pendidikan yang Berpihak kepada Siswa

Pendidikan harus berpusat kepada siswa, berhamba kepada anak, serta menghormati setiap keunikan yang ada pada anak. Seorang pendidik harus dapat menguatkan identitas yang ada pada diri anak dengan nilai-nilai kemanusiaan. 


Dalam pelaksanaanya, seorang pendidik harus berkolaborasi dengan orang tua, sekolah, dan masyarakat.


Refleksi dari Pengetahuan dan Pengalaman Baru 

Setelah mempelajari modul filosofi pemikiran Ki Hajar Dewantara saya memperoleh pengetahuan dan pengalaman baru tentang dasar-dasar pendidikan. Bahwa pada dasarnya, pendidikan adalah menuntun kodrat anak dengan segala keunikan yang ada pada diri anak. 


Selama ini, yang saya percaya tentang murid dan pembelajaran di kelas sebelum saya mempelajari modul 1 adalah sebagai berikut:

  1. Menurut saya, semua murid sudah paham tentang materi pelajaran yang saya sampaikan secara klasikal di kelas.

  2. Jika terdapat murid yang hasil belajarnya rendah, menurut saya karena anak tersebut tidak fokus saat dijelaskan.

  3. Saya terlalu fokus dengan ketuntasan materi pelajaran yang ada pada kurikulum, hingga tidak terlalu memikirkan apakah murid saya benar-benar nyaman belajar, atau hanya terpaksa belajar.


Setelah mempelajari modul ini, yang berubah dari perilaku dan pemikiran saya adalah sebagai berikut:

  1. Saya menyadari bahwa setiap murid tidaklah sama. Mereka memiliki kecepatan belajarnya masing-masing. Bisa saja pembelajaran yang saya lakukan secara klasikal ternyata tidak cocok untuk anak-anak tertentu.

  2. Saya menyadari  bahwa murid yang memiliki hasil belajar rendah pada materi tertentu bukan berarti sepenuhnya kesalahan mereka. 

  3. Saya menyadari bahwa untuk menciptakan merdeka belajar, perlu suasana belajar yang menyenangkan.


Yang bisa segera saya terapkan lebih baik agar kelas saya mencerminkan pemikiran Ki Hajar Dewantara adalah sebagai berikut:

  1. Melakukan diagnosa awal peserta didik agar mengetahui kemampuan awal dan minat peserta didik.

  2. Mendesain pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Guru berperan sebagai fasilitator yang menuntun peserta didik dalam memperoleh pengalaman belajarnya.

  3. Menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, yakni belajar sambil bermain.

  4. Memberi kebebasan siswa untuk berkreasi.


Ceritakan (konstruksikan kembali) proses pembelajaran dan suasana kelas yang mencerminkan pemikiran KH Dewantara secara konkret sesuai dengan konteks lokal sosial budaya di kelas/Sekolah

Agar tercipta merdeka belajar, seorang pendidik melaksanakan pembelajaran yang berorientasi pada anak dengan menuntun segala kodrat yang ada pada anak, menuntun budi pekertinya  berdasarkan nilai-nilai kemanusiaan agar menemukan jati dirinya. Teknologi boleh berkembang pesat, namun jati diri sebuah bangsa yang menjunjung nilai-nilai agama dan budaya jangan sampai hilang. 


Permainan tradisional merupakan salah satu contoh budaya daerah yang dapat dijadikan sarana pembelajaran untuk menumbuhkan karakter dan budi pekerti. Misalnya saja permainan benteng-bentengan. Melalui permainan tersebut, dapat menumbuhkan kreatifitas dalam menentukan strategi dan kerjasama antar kelompok. Adapun tantangannya adalah adanya keberagaman yang dimiliki masing-masing anak. Nah, solusi yang dapat dilakukan adalah dengan toleransi yang dilakukan antar anggota. Disini, anak-anak belajar bahwa perbedaan atau keragaman yang ada bukan menjadi penghalang dalam bermain. Perbedaan adalah anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa. Memiliki sikap toleransi dan menjalankan kegiatan tanpa membeda-bedakan latar belakang, suku, agama, ras, warna kulit, dan sebagainya juga merupakan salah satu indikator dari profil pelajar pancasila, yaitu beriman, bertaqwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia. 



 

Senin, 26 April 2021

DEMONSTRASI KONTEKSTUAL PEMIKIRAN FILOSOFIS KI HAJAR DEWANTARA DALAM BENTUK KARYA

 Assalamu'alaikum wr.wb

Salam dan bahagia. 

Bapak/Ibu guru hebat, berikut ini saya ingin berbagi demonstrasi kontekstual pemikiran filosofis Ki Hajar Dewantara. Selamat menyaksikan. Jangan lupa dukungannya ya? dengan cara suscribe dan like link youtube berikut ini.


https://youtu.be/kYHTlPYSank



PEMBATIK LEVEL 4: BERBAGI DAN BERKOLABORASI

  KEGIATAN PEMBATIK LEVEL 4: BERBAGI DAN BERKOLABORASI Pada kegiatan pembaTIK level 4, saya mempelajari 3 Modul yaitu: Modul 11 : Membangun ...