Senin, 28 Oktober 2024

PEMBATIK LEVEL 4: BERBAGI DAN BERKOLABORASI

 KEGIATAN PEMBATIK LEVEL 4:

BERBAGI DAN BERKOLABORASI


Pada kegiatan pembaTIK level 4, saya mempelajari 3 Modul yaitu:

Modul 11 : Membangun Komunikasi dan Kolaborasi dalam Pemanfaatan Platform Teknologi

Modul 12 : Pemanfaatan Media Sosial untuk Pembelajaran dan Sarana Berbagi Inspirasi

Modul 13 : Publikasi Karya Tulis untu Pengembangan Profesi Guru

Aktivitas yang dilaksanakan pada level 4, hampir sama dengan aktivitas di level 1-3. Peserta melaksanakan pre test terlebih dahulu. Aktivitas pembelajaran di level 4, dimulai pada tanggal 14-29 Oktober 2024. Sinkronus kelas dimulai tanggal 16-18 Oktober 2024. Kuliah umum tanggal 19 Oktober 2024. Serta post test pada tanggal 30-31 Oktober 2024. 

Tugas akhir di level 4 berupa vlog dan blog tentang aktivitas berbagi dan berkolaborasi tentang praktik baik implementasi pemanfaatan TIK dalam pembelajaran.

Berikut ini adalah video pembelajaran hasil implementasi TIK yang saya lakukan dengan memanfaatkan media pembelajaran yang telah saya buat di level 3:


Video Implementasi MPI:

https://youtu.be/xBxPBJ7uE54?si=hjlvXZgyklAFlvhH

Setelah saya melaksanakan implementasi MPI dalam pembelajaran di kelas, saya kemudian membuat action plan (Rencana) untuk berbagi dan berkolaborasi pada rekan guru baik melalui media daring (webinar) dan luring (tatap muka)

Action Plan (Rencana) Berbagi dan Berkolaborasi

Action Plan merupakan dokumen yang digunakan untuk menjabarkan tugas-tugas yang perlu diselesaikan untuk mencapai tujuan tertentu. Adapun langkah-langkah dalam Action Plan adalah sebagai berikut:

1. Identifikasi masalah: mengidentifikasi masalah yang merupakan isu utama saat ini

2. Tujuan: menyajikan tujuan dari solusi yang dipilih untuk memecahkan masalah

3. Kegiatan: menjelaskan tahapan kegiatan yang dirancang dalam program

4. Indikator Keberhasilan: indikator ketercapaian sebuah kegiatan

5. Sasaran: yang menjadi target kegiatan

6. Waktu: tentang kapan program dilaksanakan

7. Lokasi Kegiatan: tempat pelaksanaan kegiatan/program

8. Analisis Resiko: resiko-resiko yang dapat menyebabkan kegagalan program

9. Managemen Resiko: menggali solusi atas resiko gagalnya program

10. Output: hasil yang diharapkan 

11. Outcome: manfaat jangka panjang

12. Penanggung Jawab: yang bertanggung jawab terhadap program/kegiatan

13. Rencana Tindak Lanjut: yang sudah baik, yang ingin diperbaiki, program lanjutan

Berdasarkan langkah-langkah tersebut, maka action plan dari kegiatan pembaTIK level 4 yang saya lakukan adalah sebagai berikut:

https://docs.google.com/spreadsheets/d/1UorVR1mEHAzYGTZKySWYaYwVI7qnX_RY/edit?usp=drive_link&ouid=108834336406609427548&rtpof=true&sd=true


Berbagi dan Berkolaborasi secara Luring (Tatap Muka)

Dalam berkolaborasi saya berdiskusi dengan dinas pendidikan tentang bagaimana tata cara untuk berbagi praktik baik. Untuk berbagi praktik baik, saya perlu mengajukan proposal melalui e-surat. Proposal yang masuk akan ditelaah, apabila di acc, akan dipanggil untuk melakukan koordinasi dengan GTK tentang pelaksanaan kegiatan. 



1. Komunitas Belajar SDN Airlangga I/198 Surabaya

Sebelum melaksanakan kegiatan berbagi, saya melakukan kolaborasi dengan kepala sekolah untuk membahas kegiatan berbagi praktik baik di komunitas belajar SDN Airlangga I/198. Sebelumnya, rencana aksi yang telah saya susun, saya sampaikan kepada kepala sekolah. Saya sampaikan tentang tujuan, manfaat, hasil, serta rangkaian kegiatan yang akan dilakukan. Alhamdulillah, Kepala sekolah menyambut dengan antusias rencana kegiatan tersebut. 

Berikut adalah dokumentasi saat kegiatan kolaborasi:

Koordinasi dengan KS

Setelah berkoordinasi, akhirnya tercipta sebuah tema yaitu Semarak "Semangat Berbagi Praktik Baik" yang selanjutnya dibuat flyer kegiatan komunitas belajar.


Kegiatan dilaksanakan di hari Jumat, 18 Oktober 2024 pukul 13.00-15.00 WIB bertempat di ruang guru SDN Airlangga I/198.

Berikut adalah kegiatan dokumentasi saat berbagi praktik baik:

Penyampaian Materi

Peserta Kegiatan

Umpan balik dan respon yang saya terima saat sesi seminar berakhir adalah peserta merasa senang dan dapat ilmu baru untuk dapat diterapkan dalam pembelajaran. 

2. SMA Dharma Wanita Surabaya

Dalam kegiatan berbagi praktik baik secara luring, saya berkolaborasi dengan sahabat teknologi dari Surabaya. Beliau mengajar di SMA Dharma Wanita Surabaya. Saya kemudian melakukan koordinasi dengan beliau untuk berbagi praktik baik di sekolah. Selanjutnya, saya bertemu dengan kepala sekolah  untuk minta izin berbagi praktik baik dengan rekan guru di sekolah. Saya menjelaskan maksud dan tujuan kegiatan, manfaat, hasil, serta rencana kegiatan yang telah saya susun dalam action plan. Beliau menyambut baik kegiatan ini. Selanjutnya saya berkoordinasi dengan rekan saya untuk pembuatan flyer dan undangan bagi guru.

Berikut adalah dokumentasi saat kegiatan kolaborasi:

Koordinasi dengan KS

Tema yang diangkat dalam Seminar kali ini adalah yaitu Semarak "Semangat Berbagi Praktik Baik" yang selanjutnya dibuat flyer kegiatan.


Kegiatan dilaksanakan di hari Selasa, 22 Oktober 2024 pukul 10.00-12.00 WIB bertempat di ruang rapat SMA Dharma Wanita Surabaya.

Berikut adalah kegiatan dokumentasi saat berbagi praktik baik:

Pembukaan kegiatan

Peserta Kegiatan Praktik Memanfaatkan MPI

Umpan balik yang saya terima setelah kegiatan seminar berlangsung adalah peserta sangat tertarik untuk membuat MPI sehingga dalam pembelajaran di SMA dapat lebih bervariatif untuk menambah semangat siswa belajar.

3. Komunitas Belajar SDN Mojo I

Dalam kegiatan berbagi praktik baik di SDN Mojo I, saya berkolaborasi dengan ketua komunitas belajar di sekolah tersebut. Sebelum berkolaborasi dengan ketua kombel, saya terlebih dahulu meminta izin dengan KS. Saya membahas maksud dan tujuan kegiatan, manfaat, hasil, serta rencana kegiatan yang telah saya susun dalam action plan. Beliau menyambut baik kegiatan ini. 

Berikut adalah dokumentasi saat kegiatan kolaborasi:


Koordinasi dengan Ketua Kombel


Tema yang diangkat dalam Seminar kali ini adalah yaitu Semarak "Semangat Berbagi Praktik Baik" yang selanjutnya dibuat flyer kegiatan.


Kegiatan dilaksanakan di hari Kamis, 24 Oktober 2024 pukul 13.00-15.00 WIB bertempat di ruang  guru SDN Mojo I.

Berikut adalah kegiatan dokumentasi saat berbagi praktik baik:

Pemaparan Materi


Peserta Kegiatan Praktik Memanfaatkan MPI

Umpan balik yang saya terima setelah kegiatan seminar berlangsung adalah peserta tertarik untuk memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran serta ingin berbagi praktik baik melalui PMM.


Berbagi dan Berkolaborasi secara Daring (Webinar)

1. Webinar Sahabat Teknologi Provinsi Jawa Timur Tahun 2024

Yang menjadi narasumber pada webinar sahabat teknologi adalah saya, dan 4 rekan saya sesama sahabat teknologi provinsi Jawa Timur. Adapun duta teknologi yang menjadi mentor di tim kami adalah ibu Kiki Niken Saputri. Beliau adalah duta teknologi Provinsi Jawa Timur Tahun 2020. Sebelum melaksanakan webinar, kami masuk dalam whatsapp grup untuk membahas tanggal pelaksanaan, link webinar, flyer, background, serta materi yang akan dibahas dalam sesi webinar. Selain melalui chat Whatsapp, kami juga melakukan koordinasi melalui google meet H-2 sebelum pelaksanaan. 


Setelah melakukan koordinasi, kami sepakati bahwa dalam Webinar "Optik Pendekar" membahas tentang aplikasi MPI yang telah dibuat serta pemanfaatannya di kelas. 


Kegiatan webinar dilaksanakan pada hari Jumat, 25 Oktober 2024 pukul 14.00-16.30. Dalam pelaksanaan kegiatan webinar, kelompok kami berkoordinasi dengan duta teknologi dalam login gmeet bersama bapak Andika Faris, serta ibu Kiki Niken Saputri dalam membuka kegiatan Webinar.

Adapun dokumentasi kegiatan webinar adalah sebagai berikut:


Dokumentasi kegiatan webinar dapat diakses melalui link berikut:

Umpan balik yang diterima adalah pelaksanaan webinar dapat menambah ilmu tentang beragam media pembelajaran inovatif yang dapat diterapkan di sekolah. 


2. Webinar Sahabat Teknologi Lintas Provinsi Tahun 2024

Kegiatan berbagi dan berkolaborasi secara daring, tidak hanya saya lakukan dengan rekan sesama provinsi. Saya juga berkolaborasi dengan rekan-rekan lain provinsi dalam berbagi praktik baik. Kali ini, yang menjadi narasumber adalah saya dan rekan saya dari provinsi Sulawesi Barat, Lampung, dan Riau. Adapun duta teknologi yang kami ajak untuk kolaborasi adalah bapak Muhamad Ilham, M.Pd. Beliau adalah duta teknologi Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2018. Dalam webinar, beliau berperan sebagai keynote speaker. Sebelum melaksanakan webinar, kami masuk dalam whatsapp grup untuk membahas tanggal pelaksanaan, link webinar, flyer, background, serta materi yang akan dibahas dalam sesi webinar. Kami juga menggandeng Komunitas Belajar Merdeka Ngopi (UPT SD Negeri 012 Gading Sari) agar peserta webinar dapat memperoleh sertifikat 4 JP yang dapat digunakan untuk mengisi dokumen RHK. Setelah melakukan koordinasi, kami sepakati bahwa dalam Webinar yang akan dilaksanakan adalah Webinar "Suljalar" yang merupakan singkatan dari daerah narasumber yaitu Sulawesi Barat, Lampung, Jawa Timur, dan Riau. 


Kegiatan webinar dilaksanakan pada hari Kamis, 24 Oktober 2024 pukul 18.00-20.00. 

Adapun dokumentasi kegiatan webinar adalah sebagai berikut:


Dokumentasi kegiatan webinar dapat diakses melalui link berikut:

Umpan balik yang diterima adalah pelaksanaan webinar dapat menambah wawasan tentang MPI yang dapat diterapkan dalam pembelajaran. 

Vlog Berbagi dan Berkolaborasi

Secara keseluruhan, baik proses implementasi, berbagi, dan berkolaborasi juga saya unggah dalam bentuk vlog di youtube. Semoga melalui kegiatan berbagi praktik baik ini, dapat menambah wawasan serta ilmu yang bermanfaat bagi saya pribadi, maupun bagi pembaca.

 Vlog Berbagi dan Berkolaborasi dapat diakses melalui link berikut:

#BLPTKemendikbudristek 

#MerdekaBelajar 

#PembaTIK2024 

#SahabatTeknologiKemendikbudristek 

#PlatformMerdekaMengajar 













PEMBATIK LEVEL 3 : KREASI

 KEGIATAN PEMBATIK LEVEL 3 :

KREASI


Pada kegiatan pembaTIK level 3, saya mempelajari 4 modul :

Modul 7 : Rancangan Media Pembelajaran Berteknologi Digital

Modul 8 : Pengembangan Media Audio dan Video Pembelajaran Berbasis TIK

Modul 9 : Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif

Modul 10 : Inovasi Pembelajaran yang Memanfaatkan Media Pembelajaran Digital

Pada level 3, peserta harus bisa berkreasi untuk membuat media pembelajaran digital melalui modul yang telah dipelajari. Sebelum memulai aktivitas pembelajaran di level 3, peserta wajib melakukan pre test. Selanjutnya aktivitas pembelajaran dimulai pada tanggal 16-30 September 2024. Selanjutnya kegiatan webinar yang dilaksanakan pada tanggal 17 September 2024. Singkronus kelas dilaksanakan tanggal 20-22 September 2024. Serta kegiatan post test yang dilaksanakan pada tanggal 29-30 September 2024. 

Tugas akhir yang dikumpulkan pada kegiatan pembaTIK level 3, adalah media pembelajaran digital yang diunggal melalui PMM. Pada level 3 ini, saya berkreasi dengan membuat MPI Antar Kita, yang merupakan akronim dari Multimedia Pembelajaran Interaktif Tumbuhan di Sekitar Kita.

Berikut ini adalah MPI yang telah saya buat:


Media ini dapat diakses melalui link berikut:

Alhamdulillah, media kreasi karya saya mengantarkan saya lolos masuk ke level 4 pembaTIK tahun 2024.


PEMBATIK LEVEL 2: IMPLEMENTASI

 KEGIATAN PEMBATIK LEVEL 2:

IMPLEMENTASI


Pada kegiatan pembaTIK level 2, saya mempelajari 3 modul yaitu:

Modul 4 : Optimalisasi Pemanfaatan TIK dalam Pembelajaran Abad 21

Modul 5 : Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Sumber Belajar Digital

Modul 6 : Pengelolaan Kelas Terintegrasi TIK

Seperti aktivitas yang dilaksanakan pada level 1, peserta melaksanakan kegiatan pre test sebelum memulai aktivitas pembelajaran. Aktivitas pembelajaran pada kegiatan PembaTIK level 2 Tahun 2024, dilaksanakan pada tanggal 18-30 Agustus 2024. Dengan kegiatan webinar pada tanggal 21 Agustus 2024. Serta kegiatan post test pada tanggal 31 Agustus - 1 September 2024. 

Tugas akhir yang dikumpulkan pada kegiatan pembatik Level 2, berupa pemanfaatan media digital dalam pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran yang telah dipelajari. Berikut ini adalah video pembelajaran yang saya kumpulkan untuk tugas pembaTIK level 2:



Selama mempersiapkan tugas, kami masuk dalam grup googlechat untuk kelas implementasi. Di dalam grup tersebut, para duta teknologi dan panitia memfasilitasi kami untuk berdiskusi. Sehingga dalam pelaksanaanya tidak terdapat kendala yang berarti. Sesama peserta juga dapat mengunggah link hasil implementasi di kelas masing-masing pada grup kelas, untuk saling memberikan umpan balik. selain itu, tugas yang telah kami buat juga diunggah melalui PMM pada menu bukti karya. Alhamdulillah, saya akhirnya lolos ke level 3 pembaTIK 2024. 

PEMBATIK LEVEL 1: LITERASI

KEGIATAN PEMBATIK LEVEL 1:

LITERASI


Pada kegiatan pembaTIK level 1, saya mempelajari 3 modul yaitu:

Modul 1 : Ekosistem Digital Merdeka Belajar di PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah

Modul 2 : Perangkat TIK untuk Pembelajaran

Modul 3 : Perangkat Pembelajaran Kolaboratif

Sebelum memulai aktivitas pembelajaran, seluruh peserta pembaTIK wajib mengikuti pre test terlebih dahulu melalui laman pembaTIK. Aktivitas Pembelajaran level 1 pada kegiatan PembaTIK Tahun 2024 dimulai pada tanggal 29 Juli-10 Agustus 2024. Webinar dilaksanakan tanggal 31 Juli 2024. Serta Kegiatan Postes pada tanggal 11 - 12 Agustus 2024.

Selama mengikuti pembelajaran di level 1, saya merasa senang karena dapat mempelajari modul yang telah dilengkapi dengan video, gambar, dan latihan akhir modul. Selain itu, dengan adanya webinar yang dilakukan, menambah wawasan saya terhadap modul yang telah dipelajari. peserta dapat menanyakan hal-hal yang belum dipahami melalui google chat saat webinar berlangsung.

Untuk aktivitas pengumpulan tugas, cukup mudah karena peserta hanya mereview video dari 3 pilihan video inspirasi yang tersedia. 

Berikut adalah hasil video inspirasi yang telah saya resume:

https://drive.google.com/file/d/1v-Ct1e5VhDFSjQEQQbh-hxymrFh7QwH2/view?usp=drive_link

dari hasil kegiatan di level 1, alhamdulillah saya lolos ke level 2


Kamis, 16 Desember 2021

3.2 Aksi Nyata-Pemimpin Dalam Pengelolaan Sumber Daya

 3.2 Aksi Nyata-Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya

Assalamu'alaikum wr.wb
Salam dan bahagia

Bapak/ibu guru hebat, kali ini saya akan berbagi aksi nyata pengambilan keputusan sebagai
pemimpin dalam pengelolaan sumber daya. Semoga bermanfaat serta menambah khazanah ilmu
bagi bapak/ibu semua.

Fact (Peristiwa)
Latar Belakang Situasi yang Dihadapi
        Di dalam pembelajaran di sekolah tentunya seorang guru harus bisa memaksimalkan segala potensi yang ada di sekolah demi mendukung terjadinya proses pembelajaran yang efektif dan efisien. Tentunya dengan adanya hal tersebut kita harus bisa memetakan aset yang dimiliki di sekolah maupun lingkungan sekolah untuk dapat meningkatkan mutu pembelajaran yang berdampak pada murid. Dengan mengetahui dan mengidentifikasi berbagai aset ataupun modal yang dimiliki maka kita bisa menafaatkannya untuk menunjang proses pembelajaran.
        Mendidik adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak agar dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun anggota masyarakat. Pendidikan yang berpihak pada murid diharapkan mampu memenuhi segala harapan siswa untuk belajar serta menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan sesuai dengan keinginan murid. Kondisi ruang belajar sangat mempengaruhi motivasi belajar murid di sekolah. Sebagai seorang pendidik harus mampu memanfaatkan sumber daya sekolah yang ada untuk memenuhi kebutuhan belajar murid termasuk menciptakan ruang belajar yang kondusif dan
menyenangkan.

Alasan dan Hasil Aksi Nyata
        Berdasarkan hasil diskusi dengan peserta didik berkaitan dengan hal-hal yang dimiliki sekolah, maka perlu upaya untuk memaksimalkan sumber daya di miliki. Ada pun tujuan dari pelaksanaan aksi nyata yang dilakukan adalah menciptakan kondisi sekolah yang nyaman dan menyenangkan dengan memanfaatkan sumber daya yang ada.
        Hasil aksi nyata yang dilakukan adalah peserta didik dapat menjadi agen perubahan dengan menggali ide yang berkaitan dengan sekolah impian mereka, peserta didik dapat menunjukkan sikap kerja sama, serta kondisi kelas/sekolah yang nyaman dan menyenangkan melalui pojok baca, mading literasi maupun budidaya kangkong hidroponik.

Feeling (Perasaan)
        Perasaan saya setelah melakukan aksi nyata ini adalah sangat senang dan bahagia bisa menuntun murid menjadi agen perubahan dengan memanfaatkan sumber daya yang ada. Sikap kerja sama yang tumbuh dan rasa saling menghargai antar sesama sangat terasa, sehingga dapat mewujudkan sekolah yang nyaman dan menyenangkan bagi siswa.

Finding (Pembelajaran)
        Pembelajaran yang saya dapat dari aksi nyata pemimpin dalam pengelolaan sumber daya adalah saya dapat menerapkan tahapan BAGJA dalam melaksanakan aksi nyata. Adapun tahapan BAGJA yang dilakukan adalah sebagai berikut:
    1.   Buat Pertanyaan:
Bagaimana menciptakan kondisi ruang kelas/sekolah yang nyaman dan menyenangkan
dengan memanfaatkan aset sekolah?
    2.   Ambil Pelajaran:
a. Murid akan merasa semangat dan nyaman jika kondisi kelas lebih baik.
b. Memanfaatkan aset sekolah yang ada untuk kebutuhan belajar murid.
    3.   Gali Mimpi:
Kelas yang nyaman dan sesuai dengan ide murid akan meningkatkan motivasi belajar murid.
    4.   Jabarkan Rencana:
Murid bekerja sama dalam menciptakan perubahan kelas/sekolah yang lebih baik.
    5.   Atur Eksekusi:
Membagi murid dalam tim kelompok agar lebih terarah serta bekerja sama dalam kegiatan.

Future (Penerapan ke Depannya)

        Kedepannya, jika saya akan lebih memaksimalkan tahapan BAGJA dalam membuat suatu program sehingga dapat memaksimalkan potensi atau sumber daya yang dimiliki. Dengan menggunakan aset yang ada, harapannya kegiatan dapat berjalan lancar dan sesuai dengan mimpi yang ingin diraih.


DOKUMENTASI
Menggali Ide Bersama


Sekolah Impian


Kegiatan Budidaya Kangkung Hidroponik


Kegiatan Pojok Baca


Membuat Mading Literasi



Demikian aksi nyata modul 3.2 pemimpin dalam pengelolaan sumber daya. Sekian dari saya, wassalamu’alaikum wr.wb.

Kamis, 11 November 2021

3.3.a.10 Aksi Nyata - Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid

 AKSI NYATA MODUL 3.3

GERAKAN LITERASI "SAGUSAKA"


Oleh: Masfufah Chiptoworohapsari

CGP Angkatan 2 Kota Surabaya


Peristiwa

1. Latar Belakang

Gerakan Literasi Sekolah (GLS) merupakan sebuah gerakan dalam upaya menumbuhkan budi pekerti siswa yang bertujuan agar siswa memiliki budaya membaca dan menulis sehingga tercipta pembelajaran sepanjang hayat. Literasi saat ini lebih dari sekedar membaca dan menulis. Literasi dapat mencakup keterampilan berpikir menggunakan sumber-sumber pengetahuan dalam bentuk cetak, visual, dan auditori. 

Kegiatan literasi yang telah berjalan sebelumnya adalah membaca 15 menit sebelum mulai pembelajaran. Namun kegiatan yang telah dilakukan belum sepenuhnya dapat menumbuhkan minat baca tulis serta berpikir kritis siswa, apa lagi menghasilkan sebuah karya. Minat baca dan tulis siswa masih rendah. Hal ini dapat dilihat dari kemampuan siswa dalam memahami suatu bacaan. Oleh karena itu, Calon Guru Penggerak (CGP) berinisiatif untuk mengembangkan kegiatan literasi dengan Program "Sagusaka". Sagusaka adalah akronim dari Satu Minggu Satu Karya. 

Program literasi "Sagusaka" diharapkan dapat meningkatkan kemampuan literasi siswa. Selain itu, program ini dapat digunakan sebagai ajang penyaluran kreativitas siswa dalam membuat karya dari hasil literasi.


2. Proses Jalannya Aksi dan Alasan Melakukan Aksi Tersebut

Sebelum menjalankan aksi, CGP melakukan koordinasi bersama siswa, kepala sekolah, pustakawan, rekan guru, dan wali murid terkait jalannya GLS selama ini. Ide-ide yang muncul ditampung dengan melihat sumber daya yang dimiliki sekolah. Melalui pemetaan aset yang ada, maka tercetuslah 4 kegiatan yang akan dikembangkan. Kegiatan tersebut adalah mengoptimalkan sudut baca kelas dan lingkungan sekitar siswa. Dari hasil koordinasi, ada juga wali murid yang berinisiatif untuk menyumbang buku untuk menambah koleksi bacaan.  Untuk proses jalannya aksi dilakukan selama 4 pekan.  

Pekan pertama : Siswa diajak untuk menjelajah dan mengamati lingkungan sekitar rumah. Setelah itu bertukar informasi dengan rekan terkait lingkungan masing-masing. Selanjutnya siswa membuat puisi yang berkaitan dengan lingkungan. Di akhir pekan pertama, siswa menyajikan puisi karya mereka di kelas virtual. 

Pekan kedua : Siswa diajak untuk mengamati sebuah pantun yang disajikan oleh petugas perpustakaan. Siswa menggali informasi tentang unsur-unsur pantun, serta macam-macam pantun. Siswa berlatih membacakan pantun secara berpasangan. Pekan kedua, siswa diajak untuk menulis pantun. Di akhir pekan, siswa membacakan pantun buatan mereka di kelas.

Pekan ketiga: Siswa diajak untuk membaca teks tentang interaksi sosial. Siswa menggali informasi tentang macam-macam interaksi yang sering terjadi di lingkungan sekitar mereka. Siswa kemudian diajak menuangkan ide tentang interaksi yang sering dilihat atau dilakukan dalam bentuk gambar pada media papan kayu (talenan). Di akhir pekan, siswa  mempresentasikan karya mereka di kelas.

Pekan keempat: Siswa diajak untuk membaca buku cerita yang ada di pojok baca. Siswa memilih buku yang mereka sukai. Setelah membaca, siswa membuat gambar ilustrasi dan resume yang berkaitan dengan buku yang dibacanya. Selanjutnya, siswa mempresentasikan hasil karyanya di kelas.

Produk yang dihasilkan dari kegiatan literasi "Sagusaka" dipamerkan dalam kelas dan mading sekolah.

Pelaksanaan program ini menggandeng komunitas sekolah yang tergabung dalam TPS (Tim Perpustakaan Sekolah) serta kepala sekolah sebagai penanggung jawab. Mulai dari perencanaan, pelaksaanaan, monitoring, dan evaluasi.

Alasan dilakukannya aksi nyata ini adalah untuk meningkatkan minat baca dan menulis siswa, meningkatkan wawasan peserta didik, serta menghasilkan produk karya siswa dari hasil literasi. Tujuan program ini sejalan dengan visi yang dibuat yaitu "Mewujudkan generasi yang berimtaq, ipteks, berkarakter pelajar Pancasila, dan berbudaya lingkungan". Dalam mewujudkan generasi yang kaya akan ilmu pengetahuan, literasi memegang peranan yang sangat penting.


3. Hasil dari Aksi Nyata

Ada dampak positif yang didapat setelah melaksanakan program literasi "Sagusaka". Dampak yang terlihat adalah minat membaca siswa mulai konsisten. Hal ini ditandai dengan antusias siswa membaca dengan inisiatif sendiri. Wawasan siswa bertambah setelah membaca dan menceritakan di depan kelas. Meningkatkan rasa percaya diri siswa, serta meningkatkan kreativitas siswa dalam berkarya. Selain itu, pelaksanaan program ini dapat meningkatkan kekompak antara guru, siswa, orang tua, serta komunitas sekolah. Dari pelaksanaan kegiatan ini, terbentuk karakter budaya positif yaitu budaya literasi pada diri siswa.


Monitoring, Evaluasi, Learning, dan Reporting

Monitoring dilakukan oleh kepala sekolah, pustakawan, dan siswa

Evaluasi dilakukan secara berkala dan menyeluruh terhadap program ini oleh kepala sekolah, guru, dan pustakawan

Learning dilakukan rencana tindak lanjut dari hasil evaluasi sebagai bahan pembelajaran dan temuan untuk perbaikan selanjutnya.

Reporting dilakukan oleh siswa dan guru pembina yang membuat laporan tertulis/lisan secara berkala kepada sekolah dan orang tua siswa.

Metode Pengambilan Data

Untuk melihat apakah program ini dapat meningkatkan minat baca siswa, data yang diperoleh dilakukan dengan wawancara dan observasi.

Evaluasi Pelaksanaan Program

Faktor pendukung:

1. Dukungan kepala sekolah, rekan guru, pustakawan, wali murid, dan siswa

2. Kolaborasi tim yang baik

Faktor penghambat:

Pelaksanaan kegiatan masih dilakukan secara semi daring, sehingga kendala gangguan teknis bisa terjadi.


Perasaan (Feeling)

Yang saya rasakan saat merencanakan dan melaksanakan program adalah saya merasa senang bisa turut berperan dalam mengembangkan potensi siswa dalam bidang literasi. Ada rasa haru dan kebanggan tersendiri, saat siswa menceritakan bahwa dulunya mereka malu-malu untuk tampil. Setelah melakukan kegiatan "Sagusaka" mereka sangat senang karena saat tampil mereka mendapat apresiasi dari teman-temannya. Selain itu, mereka dapat menuangkan imajinasi mereka melalui gambar dan menyampaikannya di depan kelas. Saya juga merasa bahagia karena program tersebut mendapat dukungan dari kepala sekolah, wali murid, dan komunitas sekolah.


Pembelajaran (Findings)

Pengelolaan program yang berdampak pada murid, memiliki kaitan yang erat dengan filosofi Ki Hajar Dewantara. Setiap program yang dikembangkan haruslah mendukung terwujudnya “Merdeka Belajar” dengan memfasilitasi pengembangan potensi murid agar tumbuh kembangnya maksimal sesuai kodrat alam dan kodrat zamannya.

Pendidik merupakan pemimpin pembelajaran yang memiliki peran penting dalam menuntun siswa untuk memaksimalkan potensi yang dimilikinya. Oleh sebab itu, seorang pendidik harus memiliki nilai-nilai seperti mandiri, kreatif, kolaboratif, inovatif, serta berpihak kepada murid. Seorang pendidik perlu memiliki inovasi guna mendukung dalam menciptakan perancangan program yang berdampak pada murid.

Program sekolah yang berdampak pada murid dapat dilakukan dengan pendekatan “Inkuiri Apresiatif” melalui tahapan BAGJA. Pendekatan kolaboratif dalam melakukan perubahan berbasis aset atau kekuatan yang dimiliki sekolah. Dalam pelaksanaannya, pembiasaan komunikasi dua arah yang disertai dengan penanaman nilai-nilai Pendidikan karakter dapat mendukung terciptanya budaya positif di sekolah.   

Program sekolah yang dibuat haruslah disesuaikan dengan kebutuhan belajar murid serta dapat membangun rasa sosial emosionalnya. Apabila terjadi masalah dalam pelaksanaannya, guru dapat melakukan coaching agar siswa dapat mengatasi masalahnya sendiri sesuai kemampuannya.  Sebagai pemimpin pembelajaran, guru perlu mengedepankan nilai kebaikan bersama dalam mengambil suatu keputusan.

Agar program sekolah berdampak bagi murid, seorang pemimpin harus memaksimalkan kekuatan sumber daya yang dimiliki sekolah. Program yang dikembangkan dengan mempertimbangkan “Asset Based Thingking” akan menjadi sumber kekuatan guna mendukung terlaksananya program yang berdampak pada murid.

Program literasi “Sagusaka” merupakan program yang telah dikembangkan berdasarkan ide-ide dari komponen sekolah dengan mempertimbangkan aset yang dimiliki. Sekolah kami, memiliki perpustakaan yang luas dan nyaman untuk belajar, sudut baca di tiap-tiap kelas, kepala sekolah yang mendukung inovasi baru, guru yang mau berinovasi, rekan kerja yang mau memberikan masukkan, pustakawan yang menguasai di bidangnya, orang tua yang mendukung program sekolah, serta anak-anak yang semangat dan memiliki kemauan tinggi untuk mengembangkan potensinya.

Pembelajaran yang didapat dari pelaksanaan keseluruhan aksi adalah setiap program yang dijalankan ternyata ada risiko yang dapat mengikuti. Seperti halnya pada program "Sagusaka". Kendala yang dihadapi adalah pelaksanaan kegiatan masih dilakukan secara semi daring. Di mana tidak semua siswa berada pada waktu yang sama saat pembuatan karya. Hal ini karena pembatasan siswa masuk masih 25%, sehingga hanya sekitar 9-10 siswa yang datang per hari. Hari selanjutnya dengan siswa yang berbeda. Selain itu, penyajian presentasi hasil karya yang dilakukan secara virtual pun tidak luput dari kendala teknis (sinyal yang tiba-tiba terputus, dan lainnya). 

Dari pelaksanaan program tersebut, pembelajaran yang dapat diambil adalah perlu adanya manajemen risiko untuk meminimalisir terjadinya kondisi terburuk. Melalui evaluasi yang dilakukan secara berkala dan menyeluruh.

Adapun keberhasilan yang diperoleh adalah seluruh komponen saling bersinergi dalam pelaksanaan program. Siswa antusias dan senang dalam mengikuti kegiatan, menumbuhkan minat baca. Selain itu, dapat mengembangkan kreativitas siswa dengan membuat karya dari hasil literasi. Pengelolaan program sekolah yang terstruktur dengan melibatkan seluruh komponen ternyata memberi dampak yang luar biasa bagi peserta didik. 



Penerapan ke Depan (Future

Ada beberapa yang akan saya lakukan untuk perencanaan ke depan. Hal pertama yang akan saya lakukan untuk memperbaiki pembelajaran selanjutnya adalah dengan melihat kembali hasil evaluasi yang didapat dari program yang telah berjalan. Selanjutnya, kegiatan yang sudah baik, dipertahankan dan ditularkan di kelas-kelas yang lain. Memasukkan berbagai variasi kegiatan/ide baru dalam program. Kemudian mengajak serta siswa dari berbagai tingkatan untuk turut serta dalam kegiatan "Sagusaka". Adapun hal-hal yang masih perlu ditingkatkan, akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan tim literasi sekolah.


Dokumentasi

1. Melakukan koordinasi dengan KS, guru, pustakawan, dan wali murid


2. Melakukan koordinasi dengan siswa

  


3. Kegiatan pekan pertama (Puisi)


4. Program pekan kedua (Pantun)


5. Program pekan ketiga (Karya Gambar dari papan kayu/talenan)


6. Program pekan keempat (Membuat gambar ilustrasi dan resume)


7. Pelaksanaan MELR





Selasa, 19 Oktober 2021

3.3.a.7. Demonstrasi Kontekstual-Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid

Assalamu'alaikum wr.wb

Salam dan bahagia. 

Bapak/ibu guru hebat, kali ini saya akan berbagi demonstrasi kontekstual modul 3.3 tentang pengelolaan program yang berdampak pada murid. Semoga bermanfaat.

Judul Program

Program yang akan saya lakukan adalah Gerakan Literasi Satu Minggu Satu Karya "Sagusaka"

Latar Belakang

Seorang pemimpin pembelajaran dituntut untuk mampu mengelola program yang berdampak pada murid. Agar memiliki dampak bagi murid, sudah seharusnya murid juga berperan serta dalam seluruh kegiatan. Mulai dari perencanaan, pembentukan tim, pelaksanaan, monitoring, evaluasi, pembelajaran, dan pelaporan hasil kegiatan. 

Pengelolaan program yang berjalan saat ini, sebagaian besar merupakan kebijakan dari sekolah. Siswa belum sepenuhnya turut dalam perencanaan, monitoring, evaluasi, pembelajaran, dan pelaporan. Siswa hanya melaksanakan kegiatan tersebut. Hal ini dapat menyebabkan sekolah kurang mengetahui apa yang diinginkan siswa, serta potensi-potensi yang dimiliki siswa tidak sepenuhnya dapat berkembang optimal. Selain itu, program yang ada hanya berjalan stagnan dan kurang inovatif.

Zaman telah berubah. Saat ini siswa hidup dan tumbuh dalam kodrat zaman yang serba teknologi. Kecakapan berliterasi dalam memahami informasi yang diterima, baik melalui media cetak maupun media elektronik sudah seharusnya dimiliki siswa agar mereka tidak mudah termakan isu yang belum tentu benar. Sayangnya, belum sepenuhnya siswa menyadari pentingnya literasi.

Literasi merupakan kemampuan seseorang dalam mengolah dan memahami informasi saat melakukan proses membaca dan menulis. Definisi literasi kini berubah sesuai perkembangan zaman. Istilah literasi sudah digunakan dalam arti yang lebih luas. Artinya tidak hanya terbatas pada kegiatan membaca dan menulis. Literasi dapat meliputi memahami, melibati, menggunakan, menganalisis, dan mentransformasikan teks.

Tujuan dari literasi diantaranya adalah membantu meningkatkan pengetahuan masyarakat dengan cara membaca berbagai informasi yaang bermanfaat, membantu meningkatkan pemahaman seseorang dalam mengambil kesimpulan dari informasi yang dibaca, meningkatkan kemampuan seseorang dalam memberikan penilaian kritis terhadap suatu karya tulis, membantu menumbuhkan dan mengembangkan budi pekerti, meningkatkan nilai kepribadian seseorang melalui kegiatan membaca dan menulis, menumbuhkan dan mengembangkan budaya literasi ditengah-tengah masyarakat secara luas, serta membantu meningkatkan kualitas penggunaan waktu sehingga lebih bermanfaat.

Adapun manfaat dari literasi adalah meningkatkan kemampuan memahami suatu informasi, menambah perbendaharaan kata, meningkatkan kemampuan verbal, mengoptimalkan kinerja otak karena sering digunakan untuk kegiatan seperti membaca dan menulis, mendapat berbagai wawasan dan informasi baru, menambah kemampuan interpersonal yang dimiliki, membantu meningkatkan daya fokus dan kemampuan konsentrasi, serta meningkatkan kemampuan seseorang dalam merangkai kata dalam menulis.

Untuk meningkatkan minat membaca dan menulis serta meningkatkan wawasan peserta didik, perlu suatu gerakan inovatif dimana siswa turut berperan disetiap tahapnya. Program tersebut adalah Gerakan Literasi Satu Minggu Satu Karya "Sagusaka". 

Tujuan Program

Tujuan dari Gerakan Literasi "Sagusaka" adalah:

1. Meningkat minat baca dan menulis peserta didik

2. Meningkatkan wawasan peserta didik

3. Menghasilkan produk karya siswa dari hasil literasi

Tujuan program ini, sejalan dengan visi yang dibuat yaitu "Mewujudkan generasi yang berimtaq, ipteks, berkarakter pelajar Pancasila, dan berbudaya lingkungan". Dalam mewujudkan generasi yang kaya akan ilmu pengetahuan serta ilmu teknologi, literasi memegang peranan yang sangat penting di dalamnya.

Tahapan BAGJA

Buat Pertanyaan:

Bagaimana minat baca, wawasan, dan karya literasi siswa?

Ambil Pelajaran:

  • Sekolah sudah menyediakan berbagai literatur buku diperpustakaan untuk keperluan belajar siswa.
  • Kelas sudah tersedia sudut baca untuk menumbuhkan budaya literasi siswa di kelas.

Gali Mimpi:

  • Murid produktif dalam mengisi waktu luangnya.
  • Murid berwawasan luas, cerdas, berkarakter.
  • Semua komponen sekolah mendukung tumbuhnya budaya literasi di sekolah.

Jabarkan Rencana:

  • Murid membaca 15 menit setiap hari sebelum pembelajaran dimulai untuk membudayakan minat baca.
  • Murid menceritakan kembali apa yang telah dibaca secara bergiliran setiap hari
  • Guru dan siswa menggali ide tentang kegiatan literasi yang menarik ditiap minggunya.
  • Guru dan siswa membuat rencana kegiatan unjuk karya hasil literasi setiap minggunya.
  • Guru dan siswa menyepakati kegiatan unjuk karya yang telah direncanakan.
  • Guru dan siswa melaksanakan kegiatan literasi yang disepakati.
  • Guru bersama siswa melakukan monitoring pelaksanaan kegiatan setiap minggunya.
  • Guru bersama siswa melakukan evaluasi pelaksanaan kegiatan.
  • Guru bersama siswa mengambil pelajaran dari kegiatan yang telah dilakukan
  • Siswa melaporkan hasil pelaksanaan kegiatan yang telah dilakukan di tiap minggunya.   

Atur Eksekusi:

  • Melakukan koordinasi dengan kepala sekolah dan pustakawan
  • Menyusun tim program "Sagusaka" yang melibatkan siswa dan seluruh warga sekolah
  • Menyusun jadwal pelaksanaan program "Sagusaka" yang dimulai di minggu ke-3 bulan Oktober 2021.
  • Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program
  • Menyusun laporan hasil pelaksanaan program setiap minggunya secara berkesinambungan

Rencana MELR 

Monitoring:

Apakah kegiatan literasi sudah berjalan dengan baik?

Untuk memstikan bahwa kegiatan literasi sudah berjalan dengan baik, maka guru harus memastikan bahwa apa yang dibaca oleh siswa benar-benar dipahami dan diceritakan kembali dengan bahasanya sendiri. Selain itu, siswa dapat membuat karya dari kegiatan literasi yang mereka lakukan berdasarkan kesepakatan yang telah dibuat.

Evaluation:

  • Sejauh mana program literasi telah berjalan dan hambatan apa yang dialami?

Dalam kegiatan evaluasi harus diperhatikan bahwa tujuan dari literasi sudah tercapai atau belum dan hambatan apa saja yang dialami peserta didik.

  • Apakah kegiatan membaca sendiri bisa memahami isi bacaan?

Dari hasil observasi dan wawancara maka dibuat dalam bentuk kesimpulan yang dapat digunakan untuk perbaikan. 

  • Apakah kegiatan "Sagusaka" dapat meningkatkan kreativitas siswa dalam berkarya?

Dilihat unjuk karya siswa dari hasil literasi selama seminggu sekali.

Evaluasi yang dilakukan menggunakan strategi pengolahan data deskriptif kualitatif.

Learning:

Peserta didik akan lebih memahami hasil literasi apabila dapat menceritakan hasil karya literasi mereka kepada orang lain.

Hambatannya ada beberapa siswa yang belum memahami apa yang dibacanya.

Reporting:

Guru dan siswa membuat laporan dalam bentuk foto/video/karya tulisan untuk ditindak lanjuti secara berkelanjutan dengan KS, guru, pustakawan, dan orang tua peserta didik.

Pelibatan Orang Tua dan Komunitas Praktisi

Orang tua dan komunitas sangat dibutuhkan dalam mendukung keberhasilan program ini. Peran orang tua adalah mendukung dan mendampingi saat anak berada di rumah serta bekerja sama dengan guru untuk turut serta dalam mengawasi dan memantau kegiatan literasi siswa di rumah. 

Adapun peran komunitas praktisi di sekolah adalah memberikan masukkan dan saran serta turut memantau pelaksanaan program "Sagusaka"

PEMBATIK LEVEL 4: BERBAGI DAN BERKOLABORASI

  KEGIATAN PEMBATIK LEVEL 4: BERBAGI DAN BERKOLABORASI Pada kegiatan pembaTIK level 4, saya mempelajari 3 Modul yaitu: Modul 11 : Membangun ...