AKSI NYATA MODUL 1.3 - VISI GURU PENGGERAK
“Mewujudkan Generasi yang Kreatif dan Berakhlak Mulia”
LATAR BELAKANG
Ki Hajar Dewantara menjelaskan bahwa tujuan pendidikan yaitu “Menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat”. Peran guru adalah menuntun tumbuhnya potensi siswa sesuai kodratnya. Salah satu upaya menumbuhkan potensi siswa sesuai dengan kodratnya yaitu dengan pembelajaran yang menumbuhkan kreativitas dan berpihak kepada siswa. Adapun akhlak mulia adalah bagian dari karakter profil pelajar pancasila yang perlu selalu dipupuk agar menjadi pembiasaan yang baik bagi siswa sehingga dapat berguna bagi dirinya sebagai manusia maupun anggota masyarakat.
Pada dasarnya semua anak memiliki karakter yang baik. Namun kondisi lingkungan sebagai tempat siswa tumbuh dan berkembang bisa menjadi faktor pemicu berubahnya karakter siswa. Ditambah akhir-akhir ini berita maupun media sosial banyak ditemui upaya pemecah belah bangsa. Oleh sebab itu,
Pembelajaran yang menumbuhkan karakter akhlak mulia saat ini menjadi tantangan bagi guru karena situasi yang belum memungkinkan untuk melaksanakan tatap muka. Oleh sebab itu, guru harus reflektif, belajar secara mandiri, kreatif serta kolaboratif untuk membuat rencana pembelajaran yang menanamkan karakter akhlak mulia dan kreativitas siswa selama daring.
Bukan hal mudah untuk mewujudkan generasi yang kreatif dan berakhlak mulia. Meskipun terkesan sulit, namun hal tersebut bukanlah suatu hal yang mustahil. Perubahan yang positif dan konstruktif di sekolah membutuhkan waktu yang tidak sedikit, serta perlu suatu manajemen perubahan yang terencana agar dapat mencapai visi yang diimpikan. Salah satu upaya dalam melakukan perubahan adalah dengan menerapkan Inkuiri Apresiatif (IA). Konsep Inkuiri Apresiatif pertama kali dikembangkan oleh David Cooperrider (Noble & Mc Grath, 2016). Copperrider menyatakan bahwa pendekatan IA dapat membantu membebaskan potensi positif, inovatif, dan kreativitas, serta menyatukan orang dengan cara yang tidak dapat dilakukan oleh proses manajemen perubahan yang biasa.
Inkuiri Apresiatif menggunakan prinsip-prinsip utama psikologi positif dan pendidikan positif. Pendekatan Inkuiri Apresiatif percaya bahwa setiap orang memiliki inti positif yang dapat memberikan kontribusi pada keberhasilan. Inti positif ini merupakan potensi dan aset organisasi. Dalam implementasinya, IA dimulai dari menggali hal-hal positif dan kekuatan yang dimiliki sebelum melakukan perencanaan perubahan.
Di sekolah, pendekatan Inkuiri Apresiatif dimulai dengan mengidentifikasi hal-hal baik yang telah ada di sekolah, mencari cara bagaimana hal tersebut dapat dipertahankan, sehingga kelemahan, kekurangan, dan ketidakadaan menjadi tidak relevan. Beranjak dari hal positif tersebut, sekolah kemudian menyelaraskan hal positif tersebut dengan visi sekolah dan visi setiap individu dalam komunitas sekolah.
Berdasarkan latar belakang tersebut, saya merancang tindakan aksi nyata “Mewujudkan Generasi yang kreatif dan berakhlak mulia” yang juga merupakan bagian dari visi sekolah yaitu berimtaq, unggul dalam mutu, ipteks, berkarakter, serta berbudaya lingkungan. Berdasarkan visi tersebut, saya melakukan aksi nyata dengan pembelajaran yang berpusat pada potensi dan kreativitas siswa dalam upaya peduli lingkungan sebagai salah satu penerapan akhlak mulia.
TUJUAN
Adapun yang menjadi tujuan dari aksi nyata ini adalah sebagai berikut.
Menumbuhkan kreativitas siswa dalam upaya cinta lingkungan
Menumbuhkan karakter akhlak mulia siswa yaitu peduli, tanggap, serta syukur terhadap ciptaan Tuhan YME.
Mewujudkan generasi yang kreatif dan berakhlak mulia sesuai profil pelajar Pancasila.
KEGIATAN AKSI NYATA
Berikut ini tindakan yang dilakukan dalam kegiatan aksi nyata.
Guru penggerak melakukan pemetaan aset yang dimiliki murid dan unsur-unsur penunjang lainnya bersama rekan guru.
Menyampaikan visi guru penggerak kepada kepala sekolah.
Menginfokan kepada wali murid terkait kegiatan yang akan dilakukan dalam upaya menumbuhkan kreativitas dan akhlak mulia pada peserta didik melalui Whatsapp grup kelas.
Bekerja sama dengan wali murid dalam pendampingan selama siswa belajar dari rumah.
Menyampaikan hasil kegiatan yang telah dilakukan peserta didik melalui Whatsapp grup kelas.
Melakukan review dengan rekan guru terkait kreativitas yang dilakukan siswa untuk membiasakan perilaku peduli terhadap lingkungan sebagai wujud karakter akhlak mulia.
HASIL DARI AKSI NYATA
Kegiatan aksi nyata ini dimulai dengan memetakan aset yang dimiliki guru dan siswa serta unsur-unsur penunjang lainnya. Hal ini dilakukan untuk mengetahui hal-hal positif yang dapat mendukung terlaksananya program yang akan dilakukan. Untuk memperoleh hasil yang maksimal, kegiatan ini membutuhkan kolaborasi yang baik dengan komunitas sekolah serta wali murid sebagai pendamping belajar anak selama di rumah. Hal ini diperlukan karena nantinya perlu ada komitmen dan pembiasaan yang baik agar harapan dalam mewujudkan generasi yang kreatif dan berakhlak mulia dapat tercapai.
Hasil kolaborasi dengan rekan guru dan wali murid menunjukkan respon positif serta bersedia terlibat. Bentuk keterlibatan guru adalah dengan turut mengajak siswa melakukan kebiasan baik terhadap diri dan lingkungannya. Adapun bentuk keterlibatan wali murid adalah sebagai pendamping belajar siswa sekaligus pemantau perubahan yang terjadi selama kegiatan.
Kegiatan pembiasaan ini dimulai secara bertahap. Di hari pertama, siswa memulai dari dari membuat karya kreasi tentang himbauan membuang sampah pada tempatnya. Hari kedua siswa melakukan pembiasaan merawat tanaman dan lingkungan rumah. Hari ketiga, siswa melakukan pembiasaan perilaku bersyukur dengan cara beribadah pada Tuhan YME. Hari empat dengan memupuk rasa nasionalisme. Hari kelima dengan menghargai dan melestarikan budaya daerah. Di hari keenam melakukan review kegiatan yang telah dilaksanakan.
KEBERHASILAN DAN HAL-HAL YANG PERLU DITINGKATKAN
Kegiatan aksi nyata ini telah memberikan pengalaman bagi murid bahwa dalam rangka mewujudkan karakter akhlak mulia dan mengajak orang lain memiliki peduli terhadap lingkungan dapat melalui beragam aktivitas dan kerativitas. Menurut pendapat saya, kegiatan ini berhasil terlihat dari semangat dan antusias siswa dalam pelaksanaan kegiatan.
Ada beberapa hal yang masih perlu ditingkatkan. Salah satu hal yang saya tingkatkan adalah perlu adanya upaya yang lebih beragam dalam menumbuhkan karakter akhlak mulia dan kreativitas siswa.
RENCANA PERBAIKAN
Perlu perbaikan strategi dalam menumbuhkan kreativitas siswa agar tujuan visi yang diimpikan dapat tercapai. Selain itu, pembiasaan karakter akhlak mulia harus selalu berkesinambungan agar menjadi budaya yang melekat pada diri siswa dan warga sekolah.
DOKUMENTASI KEGIATAN
(Pemetaan aset yang dimiliki bersama guru lain)
(Guru menyampaikan visi kepada kepala sekolah terkait perubahan yang akan dilakukan)
Video Aksi Nyata “Mewujudkan Generasi yang Kreatif dan Berakhlak Mulia”
(Mereview hasil kegiatan dengan guru lain)
