Jumat, 30 Juli 2021

AKSI NYATA MODUL 1.4

 PGP-Angk2-Kota Surabaya-Masfufah Chiptoworohapsari-1.4-Aksi Nyata

AKSI NYATA

MEMBANGUN BUDAYA POSITIF MELALUI KEGIATAN PEMBIASAAN

 

A.     Latar belakang

Menurut Ki Hajar Dewantara, tujuan pendidikan yaitu menuntun segala kodrat yang ada pada anak agar mereka dapat mencapai kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia, maupun sebagai anggota masyarakat. Pendidik hanya dapat menuntun tumbuh atau hidupnya kodrat yang ada pada anak dan
memperbaiki lakunya (bukan dasarnya).

Dalam proses menuntun tersebut, anak diberi kesempatan seluas-luasnya untuk mengembangkan potensi bakat dan minatnya sebagai individu yang unik. Peran guru sebagai pamong, harus memberi tuntunan dan arahan agar anak tidak kehilangan arah dan membahayakan dirinya. Guru sebagai pamong, dapat memberikan tuntunan agar anak dapat menemukan kemerdekaannya dalam belajar.

Dalam menjalankan perannya, guru diharapkan memiliki nilai-nilai positif yang dibutuhkan untuk membentuk karakter Pelajar Pancasila dengan memberi contoh dan melakukan pembiasaan yang konsisten di sekolah.

Berdasarkan hasil wawancara dengan guru lain, orang tua, serta pengalaman CGP saat berada di tingkat sebelumnya, masih ditemukan anak-anak yang belum melakukan pembiasan yang konsisten dalam keseharian meraka, baik di dalam pembelajaran maupun pembiasaan disiplin positif.

Pengembangan budaya positif dapat menumbuhkan motivasi intrinsik dalam diri peserta didik, untuk menjadi pribadi yang bertanggung jawab, berbudi pekerti luhur, serta berakhlak mulia. Oleh sebab itu, dibuatlah rancangan aksi nyata dengan judul “Membangun Budaya Positif melalui Kegiatan Pembiasaan”

 

B.      Deskripsi Aksi

Aksi nyata yang dilakukan adalah “Membangun Budaya Positif melalui Kegiatan Pembiasan”. Ada 3 jenis kegiatan pembiasaan yang dilakukan, yaitu: 1) Penerapan budaya 5 S (Senyum, salam, sapa, sopan, santun); 2) Taat dalam beribadah; serta 3) peduli terhadap lingkungan.

Tujuan dari kegiatan aksi nyata ini adalah menumbuhkan karakter dan disiplin positif dalam diri peserta didik baik di lingkungan sekolah, rumah, maupun
masyarakat.

Aksi nyata ini dilaksanakan setelah guru melakukan perkenalan dengan siswa dan membuat kesepakatan kelas bersama. Berdasarkan hasil kesepakatan kelas, ditemukan beberapa hal yang diinginkan siswa terkait kelas impian mereka. Hal tersebut adalah saling menghargai, sopan santun, taat beribadah, serta peduli terhadap lingkungan.

Tolak ukur peserta didik terbiasa menerapkan budaya 5 S dapat dilihat dari hasil vicon dengan siswa maupun melalui pesan yang dikirim di WhatsApp grup. Peserta didik taat dalam beribadah ditunjukkan dengan kolase foto pelaksanaan kegiatan ibadah yang dikirim tiap Minggu, Peserta didik peduli terhadap lingkungan, ditunjukkan dengan kolase foto kegiatan membersihkan lingkungan rumah yang dikirim tiap Minggu.

Aksi nyata membangun budaya positif melalui penerapan budaya 5 S dilaksanakan setiap hari dalam pembelajaran. Taat dalam beribadah yang dilakukan siswa dapat berupa sholat atau mengaji. Siswa dapat melaksanakan secara individu maupun berjamah bersama anggota keluarganya di rumah. Kegiatan beribadah dilaksanakan setiap hari sesuai hari dalam pembelajaran. Siswa dapat mengirimkan foto kegiatan beribadahnya 1 minggu sekali. Untuk kegiatan peduli terhadap lingkungan dapat berupa kegiatan peduli terhadap kebersihan lingkungan rumah, peduli terhadap tanaman atau hewan peliharaannya, serta peduli terhadap lingkungan sosial (anggota keluarga di rumah). Kegiatan peduli lingkungan dilaksanakan setiap hari sesuai hari dalam pembelajaran. Siswa dapat mengirimkan foto kegiatannya kirim 1 minggu sekali. Aksi nyata yang telah dilaksanakan selama 3 minggu ini, berjalan dengan baik dan lancar.

 

C.     Hasil dari Aksi Nyata

    Hasil dari aksi nyata yang telah dilakukan adalah terciptanya budaya positif melalui kegiatan pembiasaan dengan menerapkan budaya 5 S, taat beribadah, dan peduli lingkungan.

Adapun dampak yang didapatkan setelah program aksi nyata ini dijalankan adalah sebagai berikut:

1.       Penerapan budaya 5 S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun)

Setelah menerapkan budaya 5 S dalam pembelajaran, mempererat kedekatan guru dan siswa, siswa lebih menghargai temannya saat berpendapat dalam forum diskusi saat vicon, siswa dapat bertanya ataupun menyampaikan pendapatnya dengan bahasa yang santun, sopan dalam bersikap, saling mengingatkan dengan tutur kata yang baik, serta lebih nyaman dalam mengikuti pembelajaran.   

2.       Taat dalam beribadah

Dampak yang diperoleh setelah siswa melaksanakan kegiatan tersebut adalah siswa lebih taat dalam beribadah, baik sendiri maupun berjamaah dengan anggota keluarga. Kegiatan ini mendapat dukungan dan respon yang positif dari orang tua.

3.       Peduli terhadap Lingkungan

 Dampak yang diperoleh setelah siswa melaksanakan kegiatan tersebut adalah siswa lebih tergerak dan peduli terhadap lingkungan. Mereka lebih tanggap terhadap kondisi lingkungan dimana mereka tinggal, baik dengan lingkungan alam maupun lingkungan sosialnya. Beragam kegiatan dilakukan siswa, mulai dari menyapu rumah, menyapu halaman rumah, membuang sampah pada tempatnya, memberi makan hewan, menyiram tanaman, membantu memasak, mencuci piring, mencuci baju, merapikan tempat tidur, membersihkan perabot ruangan, dan sebagainya. Kegiatan ini pun mendapat respon yang positif dari orang tua.

 

D.     Pembelajaran yang didapat dari pelaksanaan 

Pembelajaran yang didapat dari pelaksanaan aksi nyata ini yaitu dalam membangun budaya positif perlu dilakukan disiplin positif yang diawali dengan menyusun kesepakatan kelas bersama. Dari kesepakatan kelas tersebut, guru dapat mengetahui seperti apa kelas impian yang diinginkan siswa. Selain itu, dengan kesepakatan kelas yang dibuat bersama, siswa lebih bertanggung jawab terhadap kegiatan atau perilaku yang dilakukannya. Berdasarkan hasil kesepakatan kelas tersebut, guru membangun budaya positif dengan kegiatan pembiasaan.

 Dalam membangun budaya positif melalui kegiatan pembiasaan, kegagalan yang dialami adalah ada beberapa siswa yang masih diingatkan dalam pengumpulan foto. Adapun keberhasilannya adalah 98% siswa sudah rutin dalam melaksanakan kegiatan pembiasaan, sedangkan sisanya masih perlu diingatkan. Adapun hal-hal yang kurang sesuai dengan rancangan aksi nyata adalah pelaksanaan kegiatan disesuaikan dengan jumlah hari efektif dalam kegiatan pembelajaran di sekolah kami (5 hari) dan libur hari besar.  Di hari pertama, minggu ke-1 aksi nyata belum bisa dilakukan karena masih dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) guru dan siswa serta membuat kesepakatan kelas, sehingga penerapan pembiasaan dimulai hari Selasa hingga Jumat (4 hari). Di Minggu ke-2, aksi nyata dilaksanakan 4 hari, karena pada tanggal 20 bertepatan dengan hari Raya Idul Adha. Di Minggu ke-3, pelaksanaan aksi nyata bisa dilaksanakan dari hari Senin-Jumat (5 hari)

 

E.      Rencana perbaikan untuk pelaksanaan di masa mendatang

Perasaan saya saat merencanakan dan melaksanakan aksi nyata ini adalah merasa senang sekaligus bisa menjawab tantangan dalam membangun budaya positif melalui kegiatan pembiasaan di kelas saya.

Banyak pembelajaran yang saya dapat dari aksi nyata ini, yaitu dapat mengetahui apa yang diinginkan siswa untuk kelas impiannya melalui penyusunan kesepakatan kelas bersama, serta dapat membantu siswa dalam membangun budaya positif melalui kegiatan 5 S, beribadah, dan peduli lingkungan. Kegiatan membangun budaya positif ini sangat berguna untuk meningkatkan kompetensi sikap dan spiritual, yang berguna bagi siswa di masa mendatang. Perasaan siswa lebih terasah dan dapat mencerminkan perilaku positif dalam kehidupan pribadi, keluarga, maupun masyarakat.  

Adapun rencana perbaikan untuk masa mendatang adalah berkolaborasi dengan orang tua dalam memantau perkembangan kegiatan siswa di rumah, agar siswa tidak perlu lagi diingatkan. Selain itu, meminta rekan guru dan kepala sekolah untuk memberikan saran dan masukkan bagi kegiatan yang telah dilaksanakan.

 

F.      Dokumentasi proses dan hasil pelaksanaan berupa foto-foto berikut caption/narasi singkat nya. 

 

Gambar 1

Guru dan siswa sama-sama Menyusun dan menyepakati kesepakatan kelas yang dibuat dengan memberi jempol

  

Gambar 2

Kegiatan 5 S melalui Vicon

 

  Gambar 3

Kegiatan 5 S Melaui WhatsApp grup

 

  Gambar 4



Kegiatan Pembiasaan Beribadah dan Peduli Lingkungan Minggu Ke-1

 

 Gambar 5



Kegiatan Pembiasaan Beribadah dan Peduli Lingkungan Minggu Ke-2

 

 Gambar 6




Kegiatan Pembiasaan Beribadah dan Peduli Lingkungan Minggu Ke-3

 

 

 

 

PEMBATIK LEVEL 4: BERBAGI DAN BERKOLABORASI

  KEGIATAN PEMBATIK LEVEL 4: BERBAGI DAN BERKOLABORASI Pada kegiatan pembaTIK level 4, saya mempelajari 3 Modul yaitu: Modul 11 : Membangun ...