Pembelajaran berdiferensiasi merupakan serangkaian keputusan masuk akal (common sense) yang dibuat oleh guru yang berorientasi kepada kebutuhan belajar murid. Dalam melakukan pemetaan kebutuhan murid, guru perlu melihat aspek kesiapan belajar, minat murid, dan profil belajar murid. Selanjutnya guru menentukan strategi apa yang cocok untuk pembelajaran berdiferensiasi yang akan dilakukan. Secara umum, ada 3 strategi diferensiasi yang dapat digunakan dalam pembelajaran, yakni diferensiasi konten, diferensiasi proses, dan diferensiasi produk.
Dalam pembelajaran, guru juga perlu menciptakan iklim belajar yang positif. Dengan adanya iklim belajar yang positif, setiap orang dalam kelas akan menyambut dan merasa disambut baik, setiap orang saling menghargai, murid akan merasa aman, ada harapan bagi pertumbuhan, guru mengajar untuk mencapai kesuksesan, tercipta keadilan dalam bentuk nyata, serta ada kolaborasi antara guru dan siswa untuk kesuksesan bersama.
Melalui pembelajaran berdiferensiasi yang dilakukan guru, diharapkan seluruh murid mendapat kesempatan belajar yang sama sesuai kebutuhananya. Selain itu, murid juga dapat memaksimalkan potensi yang dimilikinya melalui pembelajaran berdiferensiasi sesuai kesiapan, minat mereka, maupun gaya belajar mereka. Pembelajaran berdiferensiasi erat kaitannya dengan merdeka belajar. Pembelajaran berdiferensiasi, merupakan suatu langkah dalam mewujudkan pendidikan yang humanis, sesuai filosofi Ki Hajar Dewantara.
Kegiatan yang saya lakukan, sebelum melakukan pembelajaran berdiferensiasi yakni melakukan pemetaan kebutuhan murid. Setelah memperoleh data hasil pemetaan, selanjutnya saya memilih strategi dan menyusun rencana pembelajaran.
Adapun hasil pemetaan kebutuhan belajar murid dan rencana pelaksanaan pembelajaran, dapat diakses pada link berikut:
https://drive.google.com/file/d/1HAYwbyrxpUCn7M4a2oiHf4enaoi1fXks/view?usp=sharing
Dari hasil pemetaan kebutuhan, diperoleh hasil ada siswa yang memiliki gaya belajar visual, auditori dan kinestetik. Selain itu, dapat diketahui pula minat siswa dalam seni, olahraga, membaca, maupun memasak.
Pada proses pembelajarannya, saya memberikan aktivitas belajar yang sesuai dengan gaya belajar siswa. Pada kegiatan akhir, saya memberikan tugas pada siswa untuk membuat produk komik yang sesuai dengan minat siswa.
Sebelum melaksanakan pembelajaran jarak jauh, di awal tahun ajaran, saya membuat angket kesiapan belajar siswa, yakni lebih nyaman belajar dengan vicon, link, atau print out materi. Dari hasil tersebut, siswa di kelas saya memiliki 2 cara, yakni melalui vicon dan link bagi yang terkendala HP dipakai bergantian dengan orangtua. Sehingga dalam menyampaikan materi pembelajaran pun, dilakukan dengan 2 cara tersebut.
Berikut ini, penyampaian materi melalui link yang dikirim di WhatsApp Grup Kelas:
Semoga aksi nyata yang dilakukan tentang pembelajaran berdiferensiasi ini dapat bermanfaat.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar