Assalamu'alaikum wr.wb.
Salam dan bahagia.
Bapak/ibu guru hebat, kali ini saya akan berbagi koneksi antarmateri pada modul 3.1 dengan modul sebelumnya.
Pengaruh Pratap Triloka terhadap Pengambilan Keputusan Seorang Pemimpin Pembelajaran:
Seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil sebuah keputusan seyogyanya dapat memberikan teladan bagi yang dipimpinnya. Hal ini sebagai wujud dari pencerminan "Ing ngarso sung tuladha", yakni di depan memberi teladan. Dengan adanya teladan atau contoh yang baik, diharapkan seluruh anggota juga mencerminkan perilaku yang sama baiknya. Selain memberi teladan, seorang pemimpin pembelajaran juga harus membangun semangat "Ing madya mangun karsa", yakni di tengah membangun prakarsa atau semangat. Teladan dan semangat tersebut juga harus diimbangi dengan memberi dorongan "Tut wuri handayani" (dari belakang memberi dukungan), demi terciptanya lingkungan yang nyaman dengan pengambilan keputusan yang berdampak bagi murid.
Pengaruh Nilai-nilai yang Tertanam dalam Diri Kita terhadap Prinsip Pengambilan Keputusan:
Nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita sangat berpengaruh pada prinsip pengambilan keputusan. Bila seseorang yang cenderung utilitirianisme akan mengambil prinsip End-Based Thinking. Seorang birokrat yang terbiasa bersinggungan langsung dengan banyak regulasi atau seorang yang biasa namun ideologis akan cenderung mengambil prinsip Rule-Based Thinking dalam pengambilan keputusan. Sedangkan seseorang yang memiliki empati tinggi akan lebih banyak mengambil prinsip Care-Based Thinking dalam pengambilan keputusan.
Keterkaitan Modul Coaching dan Modul Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran:
Pengambilan keputusan berkaitan erat dengan coaching. Saat seseorang dihadapkan dengan sebuah dilema, menurut saya bisa juga diselesaikan dengan coaching. Karena dalam proses pengambilan keputusan, didalamnya terdapat komunikasi asertif dengan membangun hubungan yang positif serta menggali potensi yang dimiliki agar coachee dapat mengambil keputusannya sendiri dengan cara yang terbaik.
Pembahasan Studi Kasus yang Fokus pada Masalah Moral atau Etika Kembali kepada Nilai-nilai yang Dianut seorang Pendidik:
Pada dasarnya, setiap orang memiliki nilai-nilai kebajikan yang dianutnya sendiri. Nilai-nilai yang dianut pendidik tersebut akan mendasari pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin pembelajaran.
Pengambilan keputusan yang tepat, tentunya berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman:
Harapannya, ketika diambil sebuah keputusan akan tercipta sebuah lingkungan yang positif. Untuk itu, pengambilan sebuah keputusan harus tetap dibangun sebuah hubungan yang positif serta dikomunikasikan secara asertif, guna meminimalisir ketidakpuasan banyak orang akibat keputusan yang diambil. Sebuah keputusan tidak mungkin bisa menyenangkan seluruh orang dari setiap keputusan yang diambil, namun setidaknya bisa meminimalkan ketidakpuasan bagi banyak orang.
Kesulitan-kesulitan di Lingkungan Saya yang Sulit Dilaksanakan untuk Menjalankan Pengambilan Keputusan terhadap Kasus-kasus Dilema Etika:
Pengalaman mengajar yang baru beberapa tahun serta masih tergolong junior di sekolah, terkadang menjadi kesulitan saya dalam pengambilan keputusan dalam komunitas. Adanya rasa sungkan ketika memimpin rapat, kadangkala berimbas pada keputusan yang nantinya diambil. Setelah mempelajari modul 3.2 ini, saya menyadari perlu menyamakan paradigma agar nantinya dapat berjalan beriringan. Sebelum mengambil suatu keputusan untuk perubahan besar, minimal saya harus melakukan perubahan dalam diri maupun pembelajaran yang berdampak positif, sehingga dapat menjadi contoh nyata bagi guru-guru lain untuk turut bergerak melakukan perubahan.
Pengaruh Pengambilan Keputusan yang Diambil dengan Pengajaran yang Memerdekakan Murid:
Perubahan yang dilakukan di kelas dengan memberikan pembelajaran yang berpihak kepada murid dalam mempersiapkan dirinya hidup dalam masyarakat untuk mencapai kebahagiaan dan keselamatannya. Pengambilan keputusan yang dilakukan oleh guru sebagai pemimpin pembelajaran, memiliki pengaruh dan dampak yang besar bagi murid. Ketika guru berani mengambil keputusan membuat perubahan cara belajar yang awalnya hanya ceramah, menjadi berbasis aktivitas dengan melihat kebutuhan belajar murid, awalnya mungkin terlihat berat karena guru harus mampu memetakan kebutuhan belajar. Namun jika hal itu terlaksana dengan baik, ternyata membawa dampak yang sangat besar bagi murid. Mereka lebih merdeka dalam belajar, dan menyenangi apa yang mereka pelajari.
Pengambilan Keputusan dapat Mempengaruhi Kehidupan atau Masa Depan Murid-muridnya:
Keputusan yang diambil oleh seorang guru sebagai pemimpin pembelajaran, akan menjadi salah satu faktor keberhasilan murid di masa mendatang. Dalam pembelajaran, keputusan yang diambil harus bisa menuntun serta memberikan ruang untuk murid dalam mengembangkan potensinya. Oleh karenanya, sebagai pemimpin pembelajaran, guru memang perlu memahami tahap pengambilan keputusan agar keputusan yang diambil nantinya memiliki dampak positif bagi murid.
Koneksi Antarmateri dengan Modul Sebelumnya:
Materi pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran memiliki koneksi dengan materi pada modul sebelumnya. Pratap triloka pada pemikiran Ki Hajar Dewantara, nilai dan peran guru penggerak yang berpihak pada murid, tujuan atau visi guru penggerak yaitu memberikan pembelajaran yang merdeka dengan penanaman budaya positif serta pembelajaran berdiferensiasi untuk pembelajaran yang menyesuaikan kebutuhan belajar murid. Disamping itu, pembelajaran sosial emosional sangat berpengaruh terhadap pengambilan keputusan. Coaching sebagai alat bantu untuk mengambil keputusan sebagai pemimpin pembelajaran.
Demikian koneksi antar materi untuk modul pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran. Semoga bermanfaat.
Wassalamu'alaikum wr.wb.
Tepat sekali. Dengan keteladanan, empati tinggi, komunikasi asertif dengan membangun hubungan yang positif serta menggali potensi yang dimiliki, akan tercipta sebuah lingkungan yang positif.
BalasHapusterima kasih atas komentar yang diberikan. Semoga kita senantiasa dapat membangun hubungan positif dimanapun tempat kita bertugas.
HapusPenjelasan yang mudah dicerna. Guru penggerak memang selayaknya mampu memberikan pembelajaran yang merdeka dengan penanaman budaya positif serta pembelajaran berdiferensiasi sesuai dengan kebutuhan belajar siswa.
BalasHapusTerima kasih.
HapusSangat bermanfaat sekali artikelnya dan menambah literasi bagi saya. Hal yang saya dapat, kita harus berani mengambil keputusan sebagai pemimpin pembelajaran di kelas. Namun sebelum mengambil suatu keputusan untuk perubahan besar, minimal harus melakukan perubahan dalam diri maupun pembelajaran yang berdampak positif. Memang sangat diperlukan adanya transformasi pembelajaran yang menyesuaikan kebutuhan belajar siswa untuk memberikan mereka ruang dalam mengembangkan potensinya. Sukses selalu, Bu.
BalasHapusAmiin. Terima kasih bu.
BalasHapus