Senin, 18 Oktober 2021

3.1 Aksi Nyata Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran

 Assalamu'alaikum wr.wb

Salam dan bahagia

Bapak/ibu guru hebat, kali ini saya akan berbagi aksi nyata pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan bagi bapak/ibu semua.

Fact (Peristiwa)

Latar Belakang Situasi yang Dihadapi

Proses pendidikan di sekolah harus melibatkan semua warga sekolah terutama dalam menyelesaikan beberapa masalah yang dihadapi agar proses pembelajaran berjalan dengan lancar. Oleh karena itu, penting menganalisis suatu permasalahan supaya keputusan yang diambil oleh guru sebagai pemimpin pembelajaran di sekolah merupakan suatu keputusan terbaik.

Guru adalah sosok panutan bagi muridnya dan peran yang melekat pada diri seorang guru sangat penting bagi pembentukan karakter murid. Guru harus mempunyai keterampilan dalam memutuskan suatu permasalahan supaya dalam pengambilan keputusan dapat berdampak bagi warga sekolah dan murid. Hal inilah yang melatarbelakangi rencana aksi nyata yang akan dilakukan oleh saya untuk mengatasi permasalahan dilema etika di sekolah tempat saya mengajar.

Masa pandemi covid-19 yang sudah berjalan 2 tahun lebih, mengharuskan guru dan siswa melaksanakan pembelajaran jarak jauh. Proses pembelajaran wajib diikuti oleh seluruh siswa. Di sini, peran guru kelas sangat diperlukan mulai dari merancang pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, serta melakukan evaluasi hasil dan refleksi pembelajaran. Saat saya mengajar kelas 5, terdapat salah satu murid yang tidak mengikuti pembelajaran daring. Saya kemudian berkonsultasi dengan kepala sekolah serta minta izin kepada beliau untuk melakukan home visit. Setelah ditelusuri dengan melakukan home visit, ternyata siswa tersebut merupakan keluarga broken home dan harus membantu ibunya berjualan, karena adiknya masih kecil. Kurangnya perhatian membuat ia kurang dalam mengikuti pembelajaran. Hal ini menjadi dilema bagi saya dalam mengatasi murid tersebut.

Alasan dan Hasil Aksi Nyata

Berdasarkan hasil diskusi dengan rekan sejawat yang melibatkan sosial emosional dan pertimbangan lainnya, maka saya mengambil keputusan sebagai pemimpin pembelajaran untuk memberi kesempatan murid tersebut untuk mengerjakan tugas yang tertinggal serta membuat kesepakatan dengan murid tersebut untuk mengerjakan tugasnya secara offline, karena jika tinggal kelas maka akan berdampak pada masa depan murid tersebut. Aksi nyata ini saya lakukan agar seluruh murid mendapatkan haknya untuk mengikuti pembelajaran di masa pandemi.

Dilema yang saya hadapi akan diselesaikan menggunakan proses pengambilan keputusan pembelajaran dengan menerapkan 3 prinsip, 4 paradigma, dan 9 langkah keputusan.

Langkah 1: Apa nilai-nilai yang saling bertentangan dalam studi kasus tersebut?

Peraturan dan tanggung Jawab

Langkah 2: Siapa yang terlibat dalam situasi?

Kepala sekolah, guru kelas 5, murid, dan orang tua murid

Langkah 3: Apa fakta-fakta yang relevan dalam situasi tersebut?

- Murid tidak pernah mengikuti pembelajaran sejak awal masuk di tahun ajaran 2021-2022

- Murid merupakan keluarga broken home

- Murid tersebut ikut membantu orangtua berjualan

Langkah 4: Pengujian benar salah

Pengujian benar salah menggunakan uji legal, uji regulasi, uji intuisi, uji halaman depan koran, serta uji panutan/idola.

Langkah 5: Jika situasinya adalah situasi dilema etika, paradigma mana yang terjadi pada situasi tersebut?

Jangka pendek lawan jangka panjang (short term vs long term)

Langkah 6: Dari 3 prinsip penyelesaian dilema, prinsip mana yang akan dipakai?

Berpikir berbasis rasa peduli (care based thinking)

Langkah 7: Apakah ada sebuah penyelesaian yang kreatif dan tidak terpikir sebelumnya untuk menyelesaikan masalah ini?

Jika pengambilan keputusan memakai prinsip berbasis peraturan, maka dapat dipastikan siswa tersebut akan tinggal kelas dan berdampak pada masa depannya.

Langkah 8: Apa keputusan yang akan diambil?

Keputusan yang diambil adalah saya mengadakan home visit dan berkomunikasi langsung dengan murid dan orangtua murid serta membuat kesepakatan terkait pembelajaran yang dilakukan murid tersebut.

Langkah 9: Coba lihat lagi keputusan dan refleksikan.

Keputusan yang diambil sudah sesuai karena sudah memikirkan jangka panjang murid tersebut.

Feeling (Perasaan)

Perasaan saya setelah melakukan aksi nyata ini adalah sangat bahagia dan senang bisa membantu murid dalam mengatasi masalah dalam pembelajarannya. Saya merasa keputusan yang diambil sudah tepat dengan melaksanakan home visit dan berkomunikasi langsung dengan murid dan orangtua murid. Saya juga memberikan kesempatan murid tersebut mengejar ketertinggalan tugas. Selain itu saya dapat memotivasi siswa tersebut melalui teknik coaching serta membuat kesepakatan.

Finding (Pembelajaran)

Pembelajaran yang saya dapat dari aksi nyata pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran adalah saya dapat menerapkan ilmu tersebut dalam kehidupan sehari-hari untuk membantu masalah murid. Dengan menerapkan 9 langkah pengambilan keputusan, maka keputusan yang diambil merupakan keputusan terbaik karena sudah dipertimbangkan dengan matang. Saya juga bisa belajar memahami keadaan orang lain dan bisa menerapkan teknik coaching serta pengambilan keputusan yang telah didapatkan dari modul ini. 

Future (Penerapan ke Depannya)

Kedepannya, jika saya menghadapi dilema etika, saya akan terus mengasah kemampuan dan keterampilan dalam pengambilan keputusan agar dapat lebih baik lagi dalam memutuskan suatu dilema menggunakan 4 paradigma etika, 3 prinsip pengambilan keputusan, dan 9 langkah pengambilan keputusan sehingga keputusan tersebut merupakan keputusan terbaik dan berpihak kepada murid. Selain meningkatkan keterampilan pengambilan keputusan, saya juga akan selalu berusaha menerapkan teknik coaching dalam menyelesaikan tantangan yang dihadapi


DOKUMENTASI

Konsultasi dan izin dengan Kepala Sekolah untuk Mengadakan Home Visit



Diskusi dengan Rekan Sejawat



Home Visit



Proses Pengerjaan Tugas yang Tertinggal



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PEMBATIK LEVEL 4: BERBAGI DAN BERKOLABORASI

  KEGIATAN PEMBATIK LEVEL 4: BERBAGI DAN BERKOLABORASI Pada kegiatan pembaTIK level 4, saya mempelajari 3 Modul yaitu: Modul 11 : Membangun ...