Assalamu'alaikum wr.wb
Salam dan bahagia.
Bapak/ibu guru hebat, kali ini saya akan berbagi demonstrasi kontekstual modul 3.3 tentang pengelolaan program yang berdampak pada murid. Semoga bermanfaat.
Judul Program
Program yang akan saya lakukan adalah Gerakan Literasi Satu Minggu Satu Karya "Sagusaka"
Latar Belakang
Seorang pemimpin pembelajaran dituntut untuk mampu mengelola program yang berdampak pada murid. Agar memiliki dampak bagi murid, sudah seharusnya murid juga berperan serta dalam seluruh kegiatan. Mulai dari perencanaan, pembentukan tim, pelaksanaan, monitoring, evaluasi, pembelajaran, dan pelaporan hasil kegiatan.
Pengelolaan program yang berjalan saat ini, sebagaian besar merupakan kebijakan dari sekolah. Siswa belum sepenuhnya turut dalam perencanaan, monitoring, evaluasi, pembelajaran, dan pelaporan. Siswa hanya melaksanakan kegiatan tersebut. Hal ini dapat menyebabkan sekolah kurang mengetahui apa yang diinginkan siswa, serta potensi-potensi yang dimiliki siswa tidak sepenuhnya dapat berkembang optimal. Selain itu, program yang ada hanya berjalan stagnan dan kurang inovatif.
Zaman telah berubah. Saat ini siswa hidup dan tumbuh dalam kodrat zaman yang serba teknologi. Kecakapan berliterasi dalam memahami informasi yang diterima, baik melalui media cetak maupun media elektronik sudah seharusnya dimiliki siswa agar mereka tidak mudah termakan isu yang belum tentu benar. Sayangnya, belum sepenuhnya siswa menyadari pentingnya literasi.
Literasi merupakan kemampuan seseorang dalam mengolah dan memahami informasi saat melakukan proses membaca dan menulis. Definisi literasi kini berubah sesuai perkembangan zaman. Istilah literasi sudah digunakan dalam arti yang lebih luas. Artinya tidak hanya terbatas pada kegiatan membaca dan menulis. Literasi dapat meliputi memahami, melibati, menggunakan, menganalisis, dan mentransformasikan teks.
Tujuan dari literasi diantaranya adalah membantu meningkatkan pengetahuan masyarakat dengan cara membaca berbagai informasi yaang bermanfaat, membantu meningkatkan pemahaman seseorang dalam mengambil kesimpulan dari informasi yang dibaca, meningkatkan kemampuan seseorang dalam memberikan penilaian kritis terhadap suatu karya tulis, membantu menumbuhkan dan mengembangkan budi pekerti, meningkatkan nilai kepribadian seseorang melalui kegiatan membaca dan menulis, menumbuhkan dan mengembangkan budaya literasi ditengah-tengah masyarakat secara luas, serta membantu meningkatkan kualitas penggunaan waktu sehingga lebih bermanfaat.
Adapun manfaat dari literasi adalah meningkatkan kemampuan memahami suatu informasi, menambah perbendaharaan kata, meningkatkan kemampuan verbal, mengoptimalkan kinerja otak karena sering digunakan untuk kegiatan seperti membaca dan menulis, mendapat berbagai wawasan dan informasi baru, menambah kemampuan interpersonal yang dimiliki, membantu meningkatkan daya fokus dan kemampuan konsentrasi, serta meningkatkan kemampuan seseorang dalam merangkai kata dalam menulis.
Untuk meningkatkan minat membaca dan menulis serta meningkatkan wawasan peserta didik, perlu suatu gerakan inovatif dimana siswa turut berperan disetiap tahapnya. Program tersebut adalah Gerakan Literasi Satu Minggu Satu Karya "Sagusaka".
Tujuan Program
Tujuan dari Gerakan Literasi "Sagusaka" adalah:
1. Meningkat minat baca dan menulis peserta didik
2. Meningkatkan wawasan peserta didik
3. Menghasilkan produk karya siswa dari hasil literasi
Tujuan program ini, sejalan dengan visi yang dibuat yaitu "Mewujudkan generasi yang berimtaq, ipteks, berkarakter pelajar Pancasila, dan berbudaya lingkungan". Dalam mewujudkan generasi yang kaya akan ilmu pengetahuan serta ilmu teknologi, literasi memegang peranan yang sangat penting di dalamnya.
Tahapan BAGJA
Buat Pertanyaan:
Bagaimana minat baca, wawasan, dan karya literasi siswa?
Ambil Pelajaran:
- Sekolah sudah menyediakan berbagai literatur buku diperpustakaan untuk keperluan belajar siswa.
- Kelas sudah tersedia sudut baca untuk menumbuhkan budaya literasi siswa di kelas.
Gali Mimpi:
- Murid produktif dalam mengisi waktu luangnya.
- Murid berwawasan luas, cerdas, berkarakter.
- Semua komponen sekolah mendukung tumbuhnya budaya literasi di sekolah.
Jabarkan Rencana:
- Murid membaca 15 menit setiap hari sebelum pembelajaran dimulai untuk membudayakan minat baca.
- Murid menceritakan kembali apa yang telah dibaca secara bergiliran setiap hari
- Guru dan siswa menggali ide tentang kegiatan literasi yang menarik ditiap minggunya.
- Guru dan siswa membuat rencana kegiatan unjuk karya hasil literasi setiap minggunya.
- Guru dan siswa menyepakati kegiatan unjuk karya yang telah direncanakan.
- Guru dan siswa melaksanakan kegiatan literasi yang disepakati.
- Guru bersama siswa melakukan monitoring pelaksanaan kegiatan setiap minggunya.
- Guru bersama siswa melakukan evaluasi pelaksanaan kegiatan.
- Guru bersama siswa mengambil pelajaran dari kegiatan yang telah dilakukan
- Siswa melaporkan hasil pelaksanaan kegiatan yang telah dilakukan di tiap minggunya.
Atur Eksekusi:
- Melakukan koordinasi dengan kepala sekolah dan pustakawan
- Menyusun tim program "Sagusaka" yang melibatkan siswa dan seluruh warga sekolah
- Menyusun jadwal pelaksanaan program "Sagusaka" yang dimulai di minggu ke-3 bulan Oktober 2021.
- Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program
- Menyusun laporan hasil pelaksanaan program setiap minggunya secara berkesinambungan
Rencana MELR
Monitoring:
Apakah kegiatan literasi sudah berjalan dengan baik?
Untuk memstikan bahwa kegiatan literasi sudah berjalan dengan baik, maka guru harus memastikan bahwa apa yang dibaca oleh siswa benar-benar dipahami dan diceritakan kembali dengan bahasanya sendiri. Selain itu, siswa dapat membuat karya dari kegiatan literasi yang mereka lakukan berdasarkan kesepakatan yang telah dibuat.
Evaluation:
- Sejauh mana program literasi telah berjalan dan hambatan apa yang dialami?
Dalam kegiatan evaluasi harus diperhatikan bahwa tujuan dari literasi sudah tercapai atau belum dan hambatan apa saja yang dialami peserta didik.
- Apakah kegiatan membaca sendiri bisa memahami isi bacaan?
Dari hasil observasi dan wawancara maka dibuat dalam bentuk kesimpulan yang dapat digunakan untuk perbaikan.
- Apakah kegiatan "Sagusaka" dapat meningkatkan kreativitas siswa dalam berkarya?
Dilihat unjuk karya siswa dari hasil literasi selama seminggu sekali.
Evaluasi yang dilakukan menggunakan strategi pengolahan data deskriptif kualitatif.
Learning:
Peserta didik akan lebih memahami hasil literasi apabila dapat menceritakan hasil karya literasi mereka kepada orang lain.
Hambatannya ada beberapa siswa yang belum memahami apa yang dibacanya.
Reporting:
Guru dan siswa membuat laporan dalam bentuk foto/video/karya tulisan untuk ditindak lanjuti secara berkelanjutan dengan KS, guru, pustakawan, dan orang tua peserta didik.
Pelibatan Orang Tua dan Komunitas Praktisi
Orang tua dan komunitas sangat dibutuhkan dalam mendukung keberhasilan program ini. Peran orang tua adalah mendukung dan mendampingi saat anak berada di rumah serta bekerja sama dengan guru untuk turut serta dalam mengawasi dan memantau kegiatan literasi siswa di rumah.
Adapun peran komunitas praktisi di sekolah adalah memberikan masukkan dan saran serta turut memantau pelaksanaan program "Sagusaka"